×

🫁 “Waspada ISPA di Tengah Kabut Asap Karhutla: Kenali Gejala dan Cara Melindungi Diri”


Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Kenali risiko ISPA dan lakukan langkah perlindungan untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Pada 5 September 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Penanganan karhutla terus diperkuat, khususnya di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Asap yang dihasilkan dari karhutla dapat membawa berbagai polutan berbahaya, salah satunya particulate matter (PM2.5). Partikel ini berukuran sangat kecil, yaitu kurang dari 2,5 mikrometer, sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga bagian dalam paru-paru. Paparan PM2.5 dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, memperburuk penyakit paru yang sudah ada, serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan pernapasan.

Apa Itu ISPA?

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat melibatkan saluran pernapasan bagian atas maupun bawah.

Pada kondisi kabut asap, paparan polutan seperti PM2.5 dapat mengiritasi saluran pernapasan dan membuat seseorang lebih rentan mengalami keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, sesak, atau memperburuk kondisi penyakit pernapasan yang sudah dimiliki.

Karena itu, ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan pernapasan.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama terhadap paparan asap karhutla. Beberapa kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah:

  • Anak-anak, karena sistem pernapasan mereka masih berkembang.
  • Lansia, yang cenderung lebih rentan terhadap gangguan kesehatan akibat polusi udara.
  • Ibu hamil.
  • Penderita asma dan penyakit paru lainnya.
  • Orang dengan penyakit penyerta atau kondisi kesehatan tertentu.

Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk memberikan perlindungan ekstra kepada kelompok rentan tersebut.

Mengapa Kabut Asap Perlu Diwaspadai?

Karhutla yang terjadi selama musim kemarau dapat menyebabkan penurunan kualitas udara di wilayah terdampak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Paparan asap dapat menyebabkan mata terasa perih, hidung dan tenggorokan teriritasi, batuk, hingga sesak napas. Bagi penderita asma atau penyakit paru, kondisi tersebut juga dapat memicu atau memperburuk keluhan yang sudah ada.

Dampak karhutla juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi dan kegiatan yang melibatkan banyak aktivitas fisik di luar ruangan dapat terdampak.

Karena itu, karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kewaspadaan dan upaya perlindungan bersama.

Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa keluhan yang dapat muncul akibat infeksi atau iritasi saluran pernapasan antara lain:

  • Batuk, dengan atau tanpa dahak
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada tenggorokan
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Bersin-bersin
  • Demam
  • Tubuh terasa lelah atau lemas
  • Sakit kepala
  • Napas terasa berat atau sesak

Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan semakin berat, terutama jika mengalami sesak napas yang tidak membaik, napas menjadi cepat, demam tinggi atau menetap, tubuh sangat lemas, atau terdapat kondisi kesehatan lain yang menyertai.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Paparan Asap Karhutla?

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap:

1. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Ketika kualitas udara memburuk, usahakan tetap berada di dalam ruangan dan batasi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas fisik berat.

2. Gunakan masker saat harus keluar rumah

Gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang dengan baik untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan dari udara.

3. Pantau kualitas udara

Perhatikan informasi kualitas udara dan kondisi kabut asap di wilayah tempat tinggal sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

4. Jaga sirkulasi dan kualitas udara di dalam rumah

Upayakan agar asap dari luar tidak masuk ke dalam rumah secara berlebihan. Bila tersedia, penggunaan penyaring udara dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.

5. Cukupi kebutuhan cairan

Minumlah air putih yang cukup untuk membantu menjaga kondisi tubuh, terutama saat cuaca panas dan kering.

6. Hindari aktivitas fisik berat saat udara berasap

Aktivitas fisik berat dapat membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam sehingga meningkatkan jumlah udara yang masuk ke paru-paru. Oleh karena itu, aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara sedang buruk.

7. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Tetap jaga kebersihan tangan, konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan terapkan kebiasaan hidup sehat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan menunggu sampai keluhan menjadi berat.

Segera konsultasikan kondisi kesehatan apabila Anda atau anggota keluarga mengalami batuk yang menetap, demam, sesak napas, napas cepat, atau keluhan pernapasan yang semakin berat, terlebih jika termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, atau memiliki riwayat asma maupun penyakit paru.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan sesuai dengan kondisi pasien.

Bagi Anda yang mengalami keluhan terkait sistem pernapasan, RSUD Bandung Kiwari siap memberikan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan sesuai kebutuhan.

Bersama Jaga Kesehatan Pernapasan

Kabut asap karhutla mungkin tidak selalu dapat kita kendalikan, tetapi kita dapat mengambil langkah untuk mengurangi paparan dan melindungi kesehatan diri serta keluarga.

Kenali kondisi udara, lindungi kelompok rentan, gunakan masker saat diperlukan, dan jangan abaikan gejala gangguan pernapasan.

Jangan tunggu sampai gejala memburuk. Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan pernapasan, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan di RSUD Bandung Kiwari.

Bersama RSUD Bandung Kiwari, jaga napas tetap sehat dan keluarga tetap kuat.

#SalamSehatDariKiwari


Sumber : :

https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-karhutla-di-sejumlah-wilayah-indonesia-5-september-2026

https://www.alodokter.com/ispa

https://kemkes.go.id/id/menkes-pakai-masker-dan-pantau-kualitas-udara-untuk-cegah-dampak-asap-karhutla

https://www.gleneagles.com.sg/id/conditions-diseases/upper-respiratory-tract-infection/symptoms-causes

https://kemkes.go.id/eng/%20dampak-kabut-asap-bisa-dikurangi

Exit mobile version